Berdamai dengan Definisi Sukses Kamu Sendiri

Pernahkah kamu datang ke acara reuni atau setelah lama tidak bertemu seorang teman, mereka akan bertanya “kerja di mana sekarang?” “kantornya di mana?” “rumahnya di mana” Dan ketika semua pertanyaan tersebut berhasil dijawab, komentar lanjutannya adalah “wah, sudah sukses ya!”

Tunggu dulu, siapa yang membuat definisi sukses seperti itu?

Menurut saya, kesuksesan sama sekali bukanlah hal yang universal, atau sesuatu yang sama pada setiap orang. Sebaliknya, sukses seharusnya bersifat personal dan berdasarkan perspektif pribadi setiap orang. Bagi saya, sukses seharusnya adalah tentang apa yang berhasil kita capai yang mencerminkan apa yang kita inginkan dan butuhkan.

Sebagai contoh beberapa orang menghubungkan ‘punya mobil’ sebagai standar sukses. Akan tetapi, saya merasa tidak membutuhkan mobil karena tidak suka bentuknya yang besar dan memakan tempat. Belum lagi karena mobil tidak bisa masuk ke gang-gang kecil dan sulit cari tempat parkir yang mudah. Toh sekarang sudah ada Grab atau Go-car kalau memang perlu bepergian dengan mobil. Dengan alasan demikian, rasanya tidak masuk akal jika saya tetap ngotot beli mobil karena pada akhirnya akan jarang atau mungkin hampir tidak pernah saya pakai karena alasan di atas.

Jadi, apa saya masih bisa dibilang sukses karena punya mobil meski tidak pernah dipakai? Saya akan berkata tidak karena toh barang tersebut ternyata tidak bermanfaat bagi saya. Tapi apakah punya mobil berarti tidak sukses? It depends. Tergantung pada pribadi setiap orang, apakah mobil tersebut bermanfaat, punya value dalam hidupmu, membantu hidupmu, dan kamu memang menggunakannya dan bukan hanya sekadar ‘harus punya’?

Jabatan mentereng dengan titel panjang juga sering menjadi patokan kesuksesan. Mungkin itulah mengapa pekerja freelance yang tidak punya kantor macam saya sering dipandang sebelah mata, pasalnya tidak ada jenjang karir jelas yang bisa disebutkan sudah berada di level manakah kita berada dalam corporate ladder. Tapi yang sering dilupakan, bekerja freelance juga mendapat nafkah dan masih bisa bertahan hidup. Mereka bisa membeli dan memiliki apa yang benar-benar mereka butuhkan, lalu apakah mereka gagal dalam hidup? Saya rasa tidak.

Kesuksesan bagi saya punya nilai lebih dari material posession. Bukan berarti materi atau uang tidak penting, jangan bercanda. Uang tetap penting, karena perut yang kelaparan juga bukanlah hal yang menyenangkan, tidak punya atap untuk berteduh adalah masalah. Saya tahu pasti tentang hal itu. Akan tetapi, uang seharusnya bukan target utama, melainkan alat untuk mencapai sesuatu yang lain yang mungkin kita inginkan.

Saya sudah pernah berada di tempat ketika saya sama sekali tidak perlu memikirkan kebutuhan, semua tersedia. Saya juga pernah berada di tempat ketika makan saja susah. Sampai akhirnya tiba berada di titik ekuilibrium, saya cukup.

Jika seseorang merasa dirinya sukses karena punya gaji 8 digit, sudah punya rumah, jabatan tinggi, by all means, silakan saja. Tapi jangan jadikan itu patokan bagi individu lainnya. Manusia adalah makhluk yang berbeda-beda. Hasrat, tujuan dan passion mereka berbeda, jadi bagaimana bisa definisi kesuksesan dibuat sama?

Saya sendiri belum merasa sukses, karena definisi sukses saya adalah punya banyak teman untuk diajak bicara tentang berbagai hal, berani keluar dari zona nyaman, berani naik bis sendirian! 😀

Lalu, apa arti sukses bagimu?

 

 

Iklan