[Review] Klairs Freshly Juiced Vitamin Drops

I know, Klairs Freshly Juiced Vitamin Drops memang sudah sangat ramai dibicarakan. Review-nya juga macam-macam, mulai dari yang bagus, serta ada juga yang tidak suka. Tapi seperti kita semua tahu, skincare memang selalu memberi hasil yang beragam, bukan? Nah, kali ini giliran saya yang mencoba serum ini.

Setelah melihat berbagai macam review, maka saya berangkat ke website MIMO BEAUTY, tempat saya belanja skincare atau makeup. Pelayanannya bagus, paketan saya juga selalu datang cepat, kemasan rapi, dan produk skincare serta makeup yang dijual juga lumayan lengkap.

Klairs

Klairs Freshly Juiced Vitamin Drops ini mengandung vitamin C yang berfungsi untuk mencerahkan kulit. Serum ini mengklaim dapat meratakan tekstur dan tone kulit. Nah, karena kulit wajah saya termasuk yang gampang berjerawat dan kusam, saya jelas tertarik dengan produk ini.

Produk ini dikemas dalam botol plastik tebal bening. Awalnya saya mengira kemasannya terbuat dari kaca. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, saya malah lebih suka kalau botolnya bukan kaca, mengingat saya ceroboh luar biasa. Produknya sendiri bening tidak berwarna, dan sedikit kental seperti minyak. Ada sedikit aroma khas tapi menurut saya tidak terlalu mengganggu. Saya malah suka dengan baunya.

Di bagian bawah botol tertera tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa. Nah, ini penting saat anda membeli skincare. Pastikan selalu cek tanggal kadaluarsa sebelum memakai skincare, yah! Setelah pertama kali dibuka, masa pemakaian serum ini adalah 12 bulan.

Kode produksi

Sesuai petunjuk penggunaan, dipakainya cukup 1-2 tetes untuk seluruh wajah dan leher. Saya memakainya pagi dan malam setelah cuci muka dan memakai toner. Tapi ingat, ketika memakai produk yang mengandung vitamin C, disarankan untuk menghindari sinar matahari langsung, karena bisa membuat kulit jadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jika aktifitas harian anda sering di luar rumah, ada baiknya pakai serum di malam hari saja. Mengingat saya justru jarang sekali keluar rumah, jadi saya mencoba untuk rutin memakai pagi dan malam.

Ketika baru dioles, wajah terasa hangat, tapi di wajah saya tidak berasa tingling. Rasa hangat di wajah juga hanya sebentar, tidak sampai satu menit sudah hilang. Selain itu,  Klairs Freshly Juiced Vitamin Drops ini juga tidak membuat kulit saya iritasi. Karena teksturnya minyak, serum ini gampang diratakan ke seluruh wajah. Untuk sampai benar-benar meresap ke seluruh wajah sih butuh waktu sekitar 2-3 menit di wajah saya.

Setelah meresap, serum ini tidak meninggalkan residu atau rasa lengket. Jadi tidak terasa berat di wajah. Dia juga tidak membuat wajah saya makin berminyak, salah satu poin penting yang membuat saya selalu mikir-mikir kalau mau memakai produk dengan tekstur kental seperti minyak.

Kemasan

Setelah kurang lebih 3 minggu pemakaian rutin, kulit wajah saya yang awalnya kusam memang terlihat lebih cerah. Kulit saya memang tidak putih, cenderung ke sawo matang, tapi jadi terlihat lebih bersih. Noda bekas jerawat memudar, tapi butuh waktu yang agak lama. Masih terlihat bekas-bekasnya, tapi sudah tidak terlalu gelap seperti sebelum memakai serum ini.

Nah, melihat review di atas, jelas saya suka banget dengan Klairs Freshly Juiced Vitamin Drops ini. Kemungkinan repurchase, tapi sekarang masih menimbang-nimbang ingin mencoba serum dari COSRX. 😀

Nah, bagaimana pendapat kalian soal Klairs Freshly Juiced Vitamin Drops? Apa produk ini juga cocok untuk kalian? Atau baru mau mencoba juga? Leave your comment below! 😀

 

 

 

Iklan

Kerja Keras Bagus, Overworked Jangan

Sebagai seorang freelancer, saya cenderung tidak punya waktu tetap kapan harus bekerja dan istirahat. Idealnya sih, meskipun freelance jam kerja tetap harus diatur agar efektif, misalnya dari pukul 9 pagi sampai 5 sore. Tapi, karena tidak ada aturan jam tertentu, impian kerja tepat waktu itu sering kali tidak berjalan. Akhirnya, jadi gampang banget overworked. Alasannya sih sederhana, masih belum bisa bilang ‘tidak’ ke tawaran pekerjaan. 😀

Terkadang karena begitu bersemangat, jadi tidak sadar bahwa kita sudah mulai overworked alias bekerja berlebihan. Dan ketika mau bilang ke atasan atau menolak pekerjaan, terkadang ada rasa khawatir dianggap complaining atau mengeluh. Padahal bekerja pun tetap harus sesuai porsi, dan kita juga harus sadar kemampuan fisik dan mental kita. Istirahat yang cukup dan lepas dari urusan pekerjaan untuk sementara waktu itu perlu!

Muncul Perasaan Bahwa Pekerjaan Tersebut Sepertinya Tidak Kunjung Selesai

Busy working
[source: pexels.com]
Hal pertama yang membuat saya sadar bahwa saya overworked adalah pekerjaan tersebut rasanya tidak kunjung selesai. Baru selesai satu kerjaan sudah datang lagi pekerjaan lainnya yang juga harus segera selesai. Perasaan lega karena satu tugas telah selesai itu sudah tidak ada. Sebaliknya, rasanya seperti terus-terusan dikejar. Acara bertemu teman meski sebentar saja sudah terasa jadi seperti kegiatan yang buang-buang waktu.

Merasa Masih Kekurangan Waktu dalam Sehari

Time
[Source: Pexels.com]
Selanjutnya, saya merasa siang hari terasa terlalu pendek, dan masih butuh lebih banyak waktu untuk bisa meyelesaikan pekerjaan. Terkadang, sampai terpaksa harus lembur dan mengorbankan jam tidur. Pekerjaan yang menumpuk bisa menimbulkan stres, apalagi jika ditambah dengan kurang tidur.

Susah Santai Meskipun Tidak Sedang Bekerja

Relax
[Source: Pexels.com]
Ketika sudah terlanjur overworked atau bekerja berlebihan selama beberapa waktu, hal selanjutnya yang saya alami adalah susah bersantai. Hal ini terjadi karena sudah terbiasa untuk selalu ‘on’ atau juga karena khawatir dengan pekerjaan yang datang mendadak dan harus segera selesai. Bahkan setelah segala gadget dimatikan, pikiran tidak bisa tenang karena selalu merasa khawatir dengan pekerjaan yang akan datang, atau bahkan yang telah diselesaikan. Apalagi jika tidak membedakan waktu atau hari khusus untuk istirahat atau libur.

Kesehatan Terganggu

Tired
[Source: Pexels.com]
Reaksi orang tentu berbeda-beda ketika tubuhnya mengalami kelelahan karena bekerja berlebihan. Saya sendiri biasanya migrain karena terlalu lama berada di depan laptop. Jika itu terjadi, maka harus segera istirahat karena pekerjaan juga tidak akan bisa diselesaikan dalam kondisi seperti itu. Selain itu, saya juga jadi sering mengantuk dan lesu sepanjang hari.

Kerja keras memang baik, tapi jangan sampai berhenti meluangkan waktu untuk istirahat atau bersantai. Saya percaya bahwa hardwork does pay off, tapi jangan sampai bekerja terlalu keras malah membuat kesehatan kita yang memburuk nantinya. Karena ketika kita sakit, bukankah kita juga tidak bisa menikmati hasil kerja keras tersebut? Saya yakin anda setuju dengan saya. 🙂

Do your best in work, but don’t forget to let yourself rest and enjoy your hardwork.