Pertemanan Seharusnya Nggak Rumit dan Jangan Dibuat Rumit!

Bagi mereka yang kenal betul dengan saya, mereka tahu betapa awkward alias canggungnya saya ketika harus bertemu orang baru atau bersosialiasi. Tapi, ternyata kecanggungan seperti itu pelan-pelan bisa dikurangi dan sekarang saya bersemangat setiap kali diajak ngumpul bersama teman-teman atau kenalan dengan orang-orang baru. Dari banyak cerita dan pengalaman yang akhirnya saya temui sepanjang perjalanan membuat sebuah hubungan pertemanan dan berusaha memperbaiki pertemanan, saya akhirnya paham bahwa berteman itu sebenarnya nggak rumit dan memang nggak perlu dibuat rumit.

Kadang, kita sendiri yang membuat pertemanan itu menjadi rumit. Banyak dari kita menyamakan pertemanan dengan kegiatan bersama-sama, merayakan sesuatu bersama-sama, semua harus serba bersama-sama. Interaksi seharusnya tidak menunggu ada perayaan atau kegiatan bersama yang melibatkan kita saling bertemu satu sama lain. Sebenarnya juga tidak apa-apa sih, tapi teman nggak akan membutuhkan alasan untuk menemui satu sama lain dan mencari kabar mereka.

Kerumitan lainnya muncul ketika ada perselisihan antara kita dengan teman. Yang banyak terjadi, biasanya kita cenderung mendiamkan masalah daripada membicarakannya karena merasa tidak enak. Kadang kita sering lupa bahwa mendiamkan masalah itu nggak akan membuat masalah menjadi selesai begitu saja. Bahkan sering kali akhirnya malah semakin bergulir dan menghasilkan masalah yang lebih besar lagi dan hubungan pertemanan putus tiba-tiba. Jangan sampai ini terjadi!

pertemanan-tidak-perlu-rumit

Kadang yang kita perlukan saat menghadapi jalan buntu dengan teman adalah membicarakannya. One on one, face to face, saling berhadapan langsung dengan membicarakan pokok permasalahannya dengan orang yang terlibat. Dengan demikian, kita bisa langsung saling terbuka dengan apa sebenarnya yang menjadi masalah tanpa perlu ada salah paham. Masalah yang sebenarnya hanya di antara dua orang, harus selesai di antara dua orang itu saja. Nggak perlu ada orang ketiga, keempat, kelima, atau bahkan kesekian. Percaya atau nggak, ketika kita membicarakan rasa nggak enak terhadap seorang teman dengan orang lain, belum tentu juga hal tersebut akan membantu menyelesaikan permasalahan. Kecuali jika apa yang kita anggap penyelesaian adalah memutuskan pertemanan dengannya.

Nggak jarang juga, ketika kita ‘curhat’ dengan orang yang nggak tepat tentang masalah tersebut, yang ada malah membuat kita semakin merasa kesal atau marah. Bisa jadi karena orang yang kita curhati juga sebenarnya punya masalah dengan teman kita tadi. Sehingga pendapatnya menjadi bias dan cenderung memojokkan. Tapi apapun itu, kita juga harus fair dalam memperlakukan teman yang punya masalah dengan kita tadi. Masalah kita dengannya, harusnya tidak ada hubungannya dengan masalah orang lain dengan teman kita tersebut. Jangan sampai mencampuradukkan masalah dari dua orang kalau nggak mau masalah kita tersebut makin ribet, ruwet, dan rumit.

ice-cream-date

Terjebak dalam situasi dimana kita harus memusuhi seseorang dan menjadikannya “mantan” teman itu sama sekali tidak menyenangkan. Apalagi sampai harus berpura-pura baik-baik saja saat bertemu sementara sebenarnya ada masalah besar yang mengganjal. Bukankah lebih baik untuk segera menghilangkan ganjalan tersebut? Komunikasi, menghargai, dan berani meminta maaf, harusnya bisa membantu menjaga sebuah hubungan pertemanan.

Pertemanan sebenarnya tidak harus rumit, meski kadang kita sendiri yang tanpa sadar membuatnya menjadi rumit. Karakter dan sifat orang memang berbeda-beda, tapi toh kita punya rasa toleransi dan penghargaan yang harusnya bisa menjembatani perbedaan, bukan?

 

 

Iklan

Ketika Pacar Kamu Nggak Tertarik Valentine, Apa Sih Tindakanmu?

Memasuki bulan Februari, kebanyakan orang sepertinya sudah langsung teringat dengan satu hari istimewa yaitu valentine. Entah mereka merayakan hari kasih sayang itu ataupun nggak, setuju dengan perayaannya atau bahkan menolaknya. Buat yang sedang kasmaran, biasanya sih memang sudah akan menunggu-nunggu hari istimewa ini buat merayakannya dengan pasangan. Tapi, ternyata juga nggak semua orang tertarik dengan hari kasih sayang ini.

Pasangan yang nggak tertarik dengan hari valentine juga kadang jadi salah satu pemicu pertengkaran. Misalnya si cewek pengen sesuatu yang istimewa di hari valentine, eh pacarnya nggak tertarik yang seperti itu. Jadilah muncul pertengkaran cuma gara-gara si cewek merasa tidak cukup diperhatikan atau dicintai. (Been there, done that. Hehe.. Maaf ya mas pacar. Jangan marah ya :D). Tapi, masak sih tolak ukur kasih sayang itu cuman dari kado valentine?

Jadi begini, usut punya usut, ternyata, sesungguhnya (halah!), cuma karena si dia nggak mau merayakan valentine, bukan berarti dia nggak sayang sama kita atau kadar cinta mereka cuma receh. Justru kalau kita cuma menilai kadar cinta mereka dari perayaan valentine, jangan-jangan cinta kita ke mereka yang cuma receh? Toh si pacar selalu punya rasa kasih sayang dan cinta yang mereka tunjukkan lewat perbuatan mereka ke kita selama ini? Ya kan.. ya kan…?

pacar-nggak-suka-valentine
Foto waktu main by mas (c) Boni Sutanto

Kalau si dia memang nggak suka valentine, ya sudah, berkompromilah. Kalau memang pengen semacam perayaan, ya rayakan dengan sahabat dan keluarga. Toh cinta itu juga bukan cuma buat pacar, kan? Nggak masalah kalau si dia nggak pengen ikutan gabung kamu dan teman-temanmu bersenang-senang, kamu bisa membiarkannya menikmati hari dengan caranya sendiri di hari valentine tersebut. Dengan begini, kan semua sama-sama senang, kan?

Mungkin bagi sebagian orang, valentine yang terlalu dikomersilkan inilah yang membuat jengah. Seolah-olah valentine itu harus memberi kado, bunga, cokelat, makan malam romantis, dan sejenisnya. Padahal, merayakan hari valentine juga sebenarnya nggak harus gitu-gitu amat. Karena cinta kan harusnya memang nggak melulu soal hadiah-hadiah dan kado-kado semacam itu?

gambar-hati

Kadang pertengkaran gara-gara valentine ini terjadi karena satu pihak memang bersifat romantis, sementara pasangannya cenderung selow alias biasa saja atau bahkan hampir cuek. Nah, tapi kita pasti sudah mengenal bagaimana pasangan kita kan, sayang sekali jika kita memicu pertengkaran karena nggak mau berkompromi gara-gara satu hari ini.

Sebenarnya, kalau kita percaya bahwa dia mencintai kita, kita nggak akan terlalu peduli apakah dia melakukan sesuatu yang istimewa untuk kita di hari tertentu. Karena toh dia selalu ada buat kita setiap harinya, bukan?