Belajar Lebih dengan Mengurangi Bicara dan Perbanyak Mendengar

Mereka yang sudah kenal baik dengan saya, tahu betul bahwa saya bisa sangat cerewet dan suka sekali bicara. Meskipun kadang saya bisa sangat pemalu dan diam saja jika bertemu dengan orang-orang baru. Tapi siapa sangka, ternyata dengan diam dan lebih banyak mendengar, ada lebih banyak hal yang bisa didapatkan.

Beberapa tahun lalu, saya bertemu seseorang yang tidak banyak bicara dan lebih suka diam. Saat itu kami sedang duduk bersama dan mendengar sekelompok orang bicara, dia bertanya pada saya, kenapa mereka rebutan membicarakan diri mereka sendiri, kenapa mereka terus bilang saya, saya, saya, saya? Saat itu kami berdebat kecil karena saya tidak setuju dengannya. Tapi semakin kesini, sepertinya saya semakin paham dengan apa yang ia bicarakan saat itu.

Hal yang kurang lebih sama juga diceritakan salah satu teman saya yang lain baru-baru ini. Teman saya yang menurutnya dulunya lebih suka didengar daripada mendengar ini mengatakan bahwa ternyata banyak hal yang ia dapatkan dengan mendengarkan dengan baik apa yang dibicarakan orang lain.

pexels-photo-29672
Mendengar membantu kita memahami orang lain

Saat kita diam dan mendengarkan orang lain bicara, terkadang kita bisa belajar dari apa yang mereka ceritakan. Bahkan meskipun yang didengar adalah curhatan seseorang tentang masalah mereka. Setidaknya kita jadi paham, ternyata ada orang yang memiliki masalah yang lebih rumit dari masalah kita. Atau mungkin ketika mereka menceritakan kesuksesannya, kita jadi tahu bahwa ada banyak orang-orang hebat di luar sana, jadi kita tidak punya alasan untuk menjadi congkak. Seperti kata pepatah yang sudah banyak didengar tapi sulit dipraktekan, “diatasnya langit, masih ada langit”.

Dengan diam dan berpikir terlebih dulu, kita terhindar dari mengatakan hal-hal yang nantinya mungkin akan kita sesali. Kadang tidak sadar kita ingin mengambil kesempatan bicara sebelum orang lain. Akhirnya kita asal bicara tanpa benar-benar memahami apa yang kita bicarakan atau mengapa kita harus membicarakannya. Hasilnya? Ya kita tidak benar-benar didengarkan, atau yang lebih buruk, kita mengatakan hal yang seharusnya tidak boleh kita ucapkan.

Mendengar juga berarti memungkinkan kita untuk “meminjam” sudut pandang si pembicara untuk sejenak dan memahaminya apa yang mereka bicarakan. Selanjutnya, kita juga memiliki waktu untuk membiarkan mereka selesai bicara sekaligus memikirkan versi sudut pandang kita sendiri. Jadi, kita tidak terburu-buru membuat kesimpulan yang bisa jadi salah gara-gara kita terburu-buru merespon dan tidak benar-benar memahami apa yang dibicarakan orang lain.

pexels-photo-38940
Kalau ingin didengar saat bicara, sudah saatnya kita mendengar lain orang bicara, kan?

Kadang waktu kita ngobrol dan saking asyiknya bercerita, kita lupa untuk benar-benar mendengarkan. Kita ingin ikut berbicara dan membagi apa yang kita ketahui, atau bahkan menunjukkan apa yang kita ketahui. Memang, jadi pusat perhatian itu bisa menyenangkan, tapi egois sekali kita kalau cuma ingin didengarkan tapi tidak mau mendengar?

Sebagai seseorang yang cerewet dan ceriwis, saya paham betul banyak hal penting dan istimewa yang tidak sadar telah saya lewatkan selama ini. Seandainya dulu saya lebih banyak mendengar, dan tidak banyak bicara, pasti banyak hal yang berbeda saat ini. Tapi ya begitulah manusia. Kadang kita memang perlu menengok ke belakang, melihat apa yang telah kita lakukan, dan mulai memperbaiki apa yang salah. Karena kalau tetap melakukan kesalahan yang sama ya bebal namanya. 😀

 

 

Iklan

4 respons untuk ‘Belajar Lebih dengan Mengurangi Bicara dan Perbanyak Mendengar

Bagaimana pendapat kamu? Yuk tinggalkan komentar!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s