Hal Paling Sia-sia yang Seharusnya Memang Tidak Perlu Dilakukan Lagi

Banyak hal kita lakukan untuk menjalani hidup dengan lebih baik dan menjauh dari masalah. Tapi seperti yang sudah kita semua ketahui, tidak semua hal berjalan seperti kemauan kita. Malah beberapa terkadang benar-benar berkebalikan dari apa yang kita harapkan.

Semakin bertambah usia, semakin saya sadar bahwa beberapa hal memang tidak bisa saya paksakan dan lakukan. Semakin saya berjuang melakukannya, semakin terbuang percuma waktu dan usaha saya, alias sia-sia. Bukan berarti menyerah, tapi jika pada akhirnya tidak menguntungkan dan justru membuat saya semakin sengsara, mengapa harus terus dilakukan?

Berusaha Menang dalam Setiap Percakapan

Percakapan itu seharusnya timbal balik dan tidak didominasi oleh satu orang saja. Memang kebanyakan orang suka didengarkan, tapi terkadang begitu sukanya didengar sampai lupa membiarkan orang lain bicara. Apalagi jika berusaha meyakinkan seseorang yang berseberangan dengan dirinya.

Berusaha memenangkan percakapan seperti ini dan berjuang untuk diakui adalah hal yang sia-sia. Selantang dan sesering apapun kita bicara, mereka yang tidak suka akan tetap tidak suka dan tetap tidak yakin dengan apa yang kita katakan. Lalu, kenapa harus membuang-buang waktu?

Berusaha Membuat Orang Menyukai Kita

Salah satu hal yang paling saya takuti adalah dibenci seseorang. Begitu takutnya saya dibenci, saya sering kurang tidur gara-gara memikirkan apakah hari itu saya mengatakan hal yang salah atau melakukan hal yang menyinggung orang lain. Di satu sisi, hal itu memang membuat seseorang menjadi lebih berhati-hati, tapi di saat yang sama juga membuat saya terus berada dalam kekhawatiran.

Pada akhirnya, saya memahami bahwa tidak semua orang menyukai kita, dan itu tidak masalah. Berusaha membuat semua orang menyukai kita malah membuat kita tidak bisa menjadi diri sendiri. Kita menjadi merasa terkekang dan dibatasi karena takut seseorang membenci kita bahkan untuk hal-hal yang paling sepele. Parahnya lagi, saya pernah sampai menjadi pribadi yang tidak bisa mengeluarkan uneg-uneg, dan selalu menahan diri karena takut dibenci. Pernah juga dikira seperti bunglon yang selalu memiliki wajah berbeda-beda, padahal alasan dasarnya hanya satu, takut tidak disukai.

Semakin bertambah usia, semakin saya mengerti bahwa tidak masalah jika kita tidak disukai seseorang. Karena nantinya kita juga akan menemukan seseorang yang cocok dengan sifat dan karakter kita.

Berusaha Mengubah Seseorang

Hal lain yang menurut saya sama sia-sianya adalah berusaha mengubah seseorang. Apalagi jika itu sudah menjadi karakter atau kebiasaan mereka. Bahkan meskipun hal yang ingin Anda ubah itu adalah hal yang buruk dan hanya demi kebaikan mereka saja.

Berusaha mengubah kebiasaan seseorang yang memang tidak ingin berubah bukan saja sia-sia, tapi juga terkadang malah menimbulkan perasaan tidak enak atau tidak nyaman. Terkadang cara terbaik adalah membiarkan mereka menyadarinya sendiri. Pada akhirnya, mereka sendiri juga yang akan menyelesaikan masalah tersebut pada waktu dan dengan cara mereka sendiri.

Berjuang untuk mencapai apa yang kita inginkan memang merupakan hal yang bagus untuk terus dilakukan. Tapi kita juga perlu menjadi cukup bijak untuk memahami apa yang tidak bisa kita ubah.

 

Iklan

2 respons untuk ‘Hal Paling Sia-sia yang Seharusnya Memang Tidak Perlu Dilakukan Lagi

Bagaimana pendapat kamu? Yuk tinggalkan komentar!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s