Berdansa dengan Musik Vintage yang Classy ala Postmodern Jukebox

Setiap kali ditanya musik seperti apa yang saya sukai, saya tidak akan punya jawaban spesifik. Pasalnya, genre musik yang saya sukai berada di spektrum yang cukup luas, mulai dari yang dianggap sebagai musiknya orang tua seperti campursari dan langgam jawa, sampai ke musik hits zaman sekarang semacam EDM. Tidak ada genre khusus yang saya sukai. Apapun itu, kalau cocok di telinga ya ayo saja.

Salah satu musik jenis musik yang paling saya sukai adalah berbagai genre vintage. Nah, beberapa waktu lalu (sudah cukup lama juga sih), saya mengenal Postmodern Jukebox di Youtube. Pertama kali saya mendengarnya musiknya, saat itu pula saya langsung jatuh cinta.

Postmodern Jukebox alias PMJ terkenal mengaransemen ulang lagu-lagu populer modern menjadi berbagai genre vintage seperti swing, jazz ala awal tahun 20-an, sock hop, dan banyak lagi. Sebenarnya PMJ sudah ada sejak tahun 2011, tapi saya baru mulai mengenalnya sekitar tahun lalu (2015). Tapi tidak masalah, better late than never kan?

PMJ didirikan oleh seorang pianis dan pengaransemen musik, Scott Bradlee. Bersama dengan teman-teman musisinya, mereka menampilkan musik vintage yang berkelas dan sayang rasanya untuk tidak ikut berdansa ketika mendengar karya gubahan mereka.

Kesuksesan mereka kini sudah begitu meluas. Hingga artikel ini ditulis saat ini, Postmodern Jukebox sudah memiliki 2,3 juta lebih subscriber. Lagu yang mereka aransemen ulang juga sudah mencapai lebih dari 150 buah lagu karena mereka rutin mengunggah setidaknya 1 video setiap minggunya. Bahkan, mereka juga sudah melakukan tur konser di Amerika hingga Eropa. Sayangnya mereka sepertinya masih belum berencana untuk konser di Indonesia.

Kalau saya ditanya mana yang paling saya sukai diantara musik yang diaransemen ulang oleh PMH, hmm… akan sulit menjawabnya. Pasti malah akan menjadi deretan yang sangat panjang. Well, yeah. That’s how much I love their music. Bahkan, buat milih beberapa video-nya buat di cantumin di artikel ini saja saya bingung setengah mati. Karena banyak banget favorit saya.

Salah satu yang paling membuat saya ternganga adalah aransemen ulangnya untuk lagu Kanye West yang berjudul Only One. Saya bukan fans nya Kanye, dan tidak tertarik dengan lagunya juga. Saya tidak begitu suka dengan musik yang dibuat oleh versi Kanye sendiri. Tapi begitu mendengar aransemen ulang yang dibuat Postmodern Jukebox, saya begitu terpesona sampai merinding! Kalau penasaran lagunya, langsung cek di sini. Aransemen mereka untuk lagu Bye Bye Bye – nya N’Sync juga sangat amazing. Apalagi cover-cover mereka yang menggunakan Christina Gatti di posisi vokal. I’m in love with her voice!

Kalau kamu termasuk orang yang suka musik vintage, ayo deh, langsung aja cek youtube mereka. Buat yang udah pernah atau sering dengerin musik mereka, lagu mana sih yang menjadi favorit kamu? 😀

 

Iklan

Hal Paling Sia-sia yang Seharusnya Memang Tidak Perlu Dilakukan Lagi

Banyak hal kita lakukan untuk menjalani hidup dengan lebih baik dan menjauh dari masalah. Tapi seperti yang sudah kita semua ketahui, tidak semua hal berjalan seperti kemauan kita. Malah beberapa terkadang benar-benar berkebalikan dari apa yang kita harapkan.

Semakin bertambah usia, semakin saya sadar bahwa beberapa hal memang tidak bisa saya paksakan dan lakukan. Semakin saya berjuang melakukannya, semakin terbuang percuma waktu dan usaha saya, alias sia-sia. Bukan berarti menyerah, tapi jika pada akhirnya tidak menguntungkan dan justru membuat saya semakin sengsara, mengapa harus terus dilakukan?

Berusaha Menang dalam Setiap Percakapan

Percakapan itu seharusnya timbal balik dan tidak didominasi oleh satu orang saja. Memang kebanyakan orang suka didengarkan, tapi terkadang begitu sukanya didengar sampai lupa membiarkan orang lain bicara. Apalagi jika berusaha meyakinkan seseorang yang berseberangan dengan dirinya.

Berusaha memenangkan percakapan seperti ini dan berjuang untuk diakui adalah hal yang sia-sia. Selantang dan sesering apapun kita bicara, mereka yang tidak suka akan tetap tidak suka dan tetap tidak yakin dengan apa yang kita katakan. Lalu, kenapa harus membuang-buang waktu?

Berusaha Membuat Orang Menyukai Kita

Salah satu hal yang paling saya takuti adalah dibenci seseorang. Begitu takutnya saya dibenci, saya sering kurang tidur gara-gara memikirkan apakah hari itu saya mengatakan hal yang salah atau melakukan hal yang menyinggung orang lain. Di satu sisi, hal itu memang membuat seseorang menjadi lebih berhati-hati, tapi di saat yang sama juga membuat saya terus berada dalam kekhawatiran.

Pada akhirnya, saya memahami bahwa tidak semua orang menyukai kita, dan itu tidak masalah. Berusaha membuat semua orang menyukai kita malah membuat kita tidak bisa menjadi diri sendiri. Kita menjadi merasa terkekang dan dibatasi karena takut seseorang membenci kita bahkan untuk hal-hal yang paling sepele. Parahnya lagi, saya pernah sampai menjadi pribadi yang tidak bisa mengeluarkan uneg-uneg, dan selalu menahan diri karena takut dibenci. Pernah juga dikira seperti bunglon yang selalu memiliki wajah berbeda-beda, padahal alasan dasarnya hanya satu, takut tidak disukai.

Semakin bertambah usia, semakin saya mengerti bahwa tidak masalah jika kita tidak disukai seseorang. Karena nantinya kita juga akan menemukan seseorang yang cocok dengan sifat dan karakter kita.

Berusaha Mengubah Seseorang

Hal lain yang menurut saya sama sia-sianya adalah berusaha mengubah seseorang. Apalagi jika itu sudah menjadi karakter atau kebiasaan mereka. Bahkan meskipun hal yang ingin Anda ubah itu adalah hal yang buruk dan hanya demi kebaikan mereka saja.

Berusaha mengubah kebiasaan seseorang yang memang tidak ingin berubah bukan saja sia-sia, tapi juga terkadang malah menimbulkan perasaan tidak enak atau tidak nyaman. Terkadang cara terbaik adalah membiarkan mereka menyadarinya sendiri. Pada akhirnya, mereka sendiri juga yang akan menyelesaikan masalah tersebut pada waktu dan dengan cara mereka sendiri.

Berjuang untuk mencapai apa yang kita inginkan memang merupakan hal yang bagus untuk terus dilakukan. Tapi kita juga perlu menjadi cukup bijak untuk memahami apa yang tidak bisa kita ubah.

 

Aplikasi Unik yang Bisa Bantu Kamu “Naik Level”

Semua orang bijak pasti akan bilang kalau kita nggak boleh berhenti belajar dan berusaha mencapai sesuatu. Hanya saja, dengan kehidupan yang serba cepat dan serba sibuk seperti sekarang ini, kadang kesempatan untuk mengembangkan diri juga terlewat begitu saja. Akhirnya kita lebih sering stuck di tempat dan kegiatan yang itu-itu saja. Ini juga yang sering kejadian dengan saya sendiri. Stuck di kegiatan dan tempat yang itu-itu saja.

Nah, beberapa waktu lalu, saya iseng browsing aplikasi di handphone (kayaknya ini sudah jadi semacam hobi baru). Ada satu aplikasi unik yang lumayan bisa dipakai buat membantu mengembangkan diri sekaligus spare time killer kalau lagi tidak ada kerjaan. Namanya “Level Up Live”

Achievement di Level up Life

Beberapa kategori achievement

Sesuai namanya, aplikasi ini emang dibuat untuk membantu usernya buat level-up. Jadi, bakal ada beberapa daftar achievement yang bisa kamu capai buat naik level. Desainnya seperti game RPG, ada level, XP, dan beberapa kategori achievement. Jadi, setiap kali kamu menyelesaikan 1 task, XP kamu akan bertambah. Semakin banyak XP bertambah, maka semakin naik pula levelnya.

Semakin tinggi level kamu, achievement yang harus kamu capai nantinya juga makin sulit atau kompleks. Beberapa achievement bakal terkunci sampai kamu mencapai level yang diperlukan. Jadi, kamu bakal tetep termotivasi buat menyelesaikan achievement agar bisa membuka achievement selanjutnya. (Terutama kalau kamu gampang penasaran seperti saya. :D)

Daftar achievement

Kerjakan semua targetnya biar cepat naik level

Semua achievement harian di aplikasi ini dibuat sesuai kehidupan sehari-hari. Jadi sama sekali tidak sulit untuk memainkannya. Ada Arts & Creativity, Career & Finances, Fitness & Health, Food & Cooking, Fun, Household & DIY, Humanity, Mental, Outdoors, Reading, School & Learning, Social, dan Travel. Nah, tinggal kamu tinggal pilih deh, mana yang ingin kamu lakukan dulu di waktu luang kamu.

Selain dalam bentuk aplikasi di smartphone, game ini juga bisa diakses lewat websitenya: lvluplife.com. Jadi tinggal log in saja, dan kamu sudah bisa melanjutkanmu ber-levelup ria. Buat yang berjiwa kompetitif, aplikasi ini juga punya peringkat umum, jadi kamu juga bakal tahu berapa peringkat kamu di antara para user level up lainnya.

Profil Level Up Life

Masih level 1 😀

Menurut saya, aplikasi ini cocok buat mereka yang sering melontarkan pertanyaan “hmm… enaknya ngapain ya”, atau yang sering bosan karena tidak ada kegiatan, atau buat yang memang lagi ingin mencoba hal-hal baru tapi tidak tahu mau mulai dari mana (Nah… saya kategori yang terakhir nih.. :p). Saya sendiri baru seminggu pakai aplikasi ini, tapi sejauh ini memang seru dan masih menjadi favorit. Meski masih belum bisa rajin-rajin main soalnya kerjaan masih numpuk banget. 😀 Tapi, so far, aplikasi ini layak coba!

Perasaan Campur Aduk di Usia Akhir 20-an

Ada banyak hal yang terjadi ketika kita berada di usia 20-an. Di usia yang jelas sudah bisa disebut dewasa, lebih banyak hal yang mulai kita alami dan pahami dan macam-macam pula cara kita menghadapinya. Apalagi saat sudah mulai menginjak akhir 20-an, ada banyak perasaan campur aduk yang kita alami yang kadang jauh lebih kompleks dari sekadar pertanyaan kapan kawin. (*ups)

Di akhir usia 20an, kebanyakan dari kita mungkin sudah mulai memikirkan untuk hidup sendiri dan mulai mandiri. Meskipun kalau melihat di budaya negara kita, kebanyakan dari kita nggak akan keluar rumah sebelum menikah. Tapi setidaknya, kita mulai merasa bisa mengendalikan hidup sendiri karena sudah mulai bekerja menata karir, hidup dan masa depan.

Masalahnya, perasaan mengendalikan hidup sendiri ini juga kadang diikuti dengan rasa khawatir karena tanggung jawab yang juga makin besar. Mikir beli rumah, tabungan masa depan, kesehatan orang tua, dan masih banyak lagi. Atau yang akan semakin sering terjadi biasanya adalah pengeluaran tiba-tiba yang bisa membuat kita kelabakan terutama jika kita tidak memiliki tabungan untuk situasi seperti ini. Di saat seperti inilah kita sadar bahwa kadang kita tidak bisa benar-benar mengendalikan keadaan.

Tapi kabar baiknya, sebagian dari kita biasanya sudah memiliki pandangan karir dan hidup seperti apa yang kita inginkan. Kita juga mulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya. Sayangnya, usaha keras yang dilakukan untuk mencapai ambisi itu kadang membuat kita terlalu sibuk dan tidak bisa menikmati waktu. Mungkin karena ada rasa khawatir bahwa hidup yang diimpikan tersebut tidak kunjung tercapai. Tapi kalau dipikir-pikir, jika kita tidak bisa menikmati hidup, apa enaknya?

Merasakan usia kita semakin bertambah kadang juga membuat kita menyadari segala perubahan yang ada di sekeliling kita. Tiba-tiba kita sudah punya banyak keponakan, atau adik kita sudah besar, atau dulu ada anggota keluarga yang masih bayi, sekarang tiba-tiba sudah smp. Melihat semua perubahan tersebut tentu ada rasa nostalgia yang menyenangkan, bahwa anggota keluarga kita bertambah, dan bahwa bayi-bayi lucu itu sekarang sudah ABG dan mulai membuat kita pusing dengan gaya mereka. Tapi di saat yang sama, kita juga sadar bahwa orang tua kita pun makin menua dan lemah. Rasa takut kehilangan juga semakin besar. Hal ini mau tidak mau juga membuat kita berpikir bahwa waktu memang terus berjalan dan tidak pernah memberi kesempatan bagi kita untuk berhenti sejenak.

Banyak perasaan campur aduk yang hinggap ketika mencapai usia akhir 20an. Dan campur aduknya memang terkadang lebih memusingkan daripada sekadar pertanyaan kapan kawin, meskipun itu juga bisa jadi salah satu alasannya. But let’s keep going and keep moving. Yang bisa kita lakukan ya memang cuma berusaha sebaik mungkin menjalaninya. Karena kita hidup juga cuma numpang lewat, kan? Yang penting berusaha tidak menyakiti orang lain sambil berusaha agar kita bisa hidup layak dan membahagiakan sebanyak mungkin orang termasuk diri sendiri.

Bosan dengan Pekerjaan? Kita Semua Pernah Mengalaminya

Saat pertama masuk kerja, apalagi di bidang yang selama ini diinginkan, pasti lah rasanya menyenangkan sekali. Semangat sedang tinggi-tingginya, mengerjakan segala macam proyek setiap saat, rajin berangkat kerja, selalu membicarakan pekerjaan di mana saja, kita semua pernah mengalami hal itu. Saat-saat seperti ini bisa membuat kita merasa begitu bangga dan bersemangat. Tapi kadang perasaan seperti ini bisa hilang begitu saja. Tiba-tiba kita merasa bosan setengah mati dengan rutinitas pekerjaan yang dulu begitu kita cintai.

Rasa bosan dan tidak termotivasi itu jelas perasaan yang paling buruk di dunia kerja. Tapi tenang, ternyata banyak juga orang yang merasakan hal seperti ini. Bahkan pekerjaan yang menurut kita terbaik pun juga pasti ada masa-masanya sendiri yang membuat seseorang merasa bosan. Jangan dikira ada pekerjaan yang sempurna di dunia ini. There’re always ups and downs in everything.

Jangan Terburu-buru Kabur dan Cari Pekerjaan Baru

Merasa bosan dan tidak termotivasi jangan dijadikan alasan untuk buru-buru kabur dari pekerjaan dan mencari pekerjaan lain. Setidaknya, cari tahu terlebih dulu apa yang membuat kita bosan dengan pekerjaan tersebut dan cari solusinya.

Jangan sampai saat akhirnya sudah mengundurkan diri, ternyata malah merindukan pekerjaan lama atau menyesal karena pekerjaan lama ternyata jauh lebih baik. Cari tahu apa yang membuat kita bosan. Jika masalahnya hanya ada pada rutinitas atau pola kerja yang monoton, jelas ini masih bisa diatasi.

Buat Batasan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Terkadang kita bosan karena banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari kerja. Apalagi jika sampai harus lembur dan membawa pekerjaan pulang ke rumah. Sebesar apapun cinta dan dedikasi kita dengan pekerjaan, usahakan untuk tetap memiliki batas antara kehidupan pribadi dan karir. Hal inilah yang nantinya akan membantu kita agar lebih bebas dari stress dan bosan.

Pernah suatu ketika saya begitu cinta dengan pekerjaan sampai segala proyek dan saya lakukan. Saya tidak liburan, bersosialisasi, dan hanya fokus bekerja. Yep, saya pernah begitu ambisius sampai melupakan hal lain selain pekerjaan. Hasilnya, saya kehilangan teman, selalu stress, bahkan hingga dianggap caper dengan atasan. T_T Berangkat ke kantor jadi terasa berat dan waktu bekerja juga semakin membosankan.

Cari Tantangan dalam Pekerjaan

Kalau kita mengerjakan tugas yang itu-itu saja, jelas rasa bosan bisa muncul setiap saat. Coba cari tantangan baru dalam pekerjaan. Jika atasan menawarkan tugas baru, jangan ragu untuk mengambilnya. Karena ini bisa jadi sedikit perubahan baru untuk rutinitas kita. Selain itu, siapa tahu ini bisa menjadi pijakan buat kita untuk mendapatkan promosi atau melangkah ke jenjang karir yang selanjutnya.

Memang bukan hal yang mudah untuk mau menerima tantangan seperti ini. Pasti akan ada rasa ragu atau takut gagal. Tapi setidaknya dengan mencoba, kita jadi tahu kemampuan kita dan ada kesempatan untuk semakin meningkatkan kemampuan tersebut.

Apakah Kita Membuat Perbedaan?

Salah satu alasan beberapa orang tidak puas dengan pekerjaannya adalah mengetahui apakah mereka membuat perbedaan atau tidak. Baik untuk masyarakat atau perusahaan tempatnya bekerja. Terkadang kita merasa melakukan pekerjaan yang percuma dan sia-sia, dan hal inilah yang bisa membuat kita kehilangan motivasi dan merasa bosan.

Ketika kita mulai merasa lagi-lagi melakukan pekerjaan yang sia-sia, coba pikirkan kembali perbedaan apa yang sudah kita perbuat. Tidak perlu sesuatu yang besar, (meski kalau ada sih itu lebih baik), mungkin berhasil melakukan pekerjaan customer service dengan baik, membuat pelanggan puas dan senang, menjaga nama baik perusahaan, dan banyak lagi. Berhentilah sejenak untuk mencari manfaat dan perbedaan apa yang sudah kita lakukan saat mengerjakan pekerjaan kita. Dari situ, motivasi mungkin akhirnya bisa muncul kembali.

Jangan Lupa Liburan!

Nah, liburan juga tidak kalah penting. Manfaatkan hari libur untuk memanjakan diri tanpa memikirkan pekerjaan. Tidak harus liburan panjang ke luar kota, kok. Melakukan hobi yang paling kita sukai juga sudah bisa menjadi liburan tersendiri untuk menyegarkan pikiran. Membaca, nonton film, jalan-jalan di kota, apapun yang bisa membantumu kembali rileks, lakukan saja.

Apakah kamu juga pernah mengalami kebosanan dalam pekerjaan? Apa sih yang kamu lakukan buat mengatasinya?

Dari Paranoid ke Sadar Kesehatan Berkat Kerjaan

Beberapa bulan terakhir ini aku banyak membaca artikel dan jurnal kesehatan karena pekerjaan. Berbagai macam penyakit dari A sampai Z mulai dari ciri-ciri, gejala, penyembuhannya, semua akhirnya kebaca. Jelas ini menguntungkan, karena selain fee (hehehe), aku juga jadi dapet banyak pengetahuan tentang kesehatan.

Dari segala macam jurnal dan artikel tersebut, akhirnya jadi ngerti gejala-gejala apa saja yang mungkin muncul buat penyakit tertentu. Lumayan, bisa jadi waspada kalau ternyata aku atau orang di sekitarku punya tanda-tanda penyakit tertentu, bisa jadi waspada. Mau nggak mau, akhirnya jadi lumayan perhatian sama segala gejala-gejala atau tanda-tanda yang ada. Sejak ngerjain jurnal dan artikel-artikel tersebut, entah gimana kepala otomatis mulai main “cocoklogi” dengan gejala-gejala yang aku alami sendiri.

Nah, dari cocoklogi inilah mulai tumbuh ke-paranoid-an. Muncul gejala sedikit aja, langsung aku kait-kaitkan sama penyakit tertentu. Bahkan dulu sampai lemes gara-gara merasa punya penyakit tertentu. Tapi ternyata gejalanya juga ilang-ilang sendiri dan aku sehat-sehat aja. 😀 Kalau seperti ini, sudah bukan waspada lagi sih namanya, tapi jadi paranoid!

Dari keseringan paranoid, akhirnya mulai sadar kalau hidup sehat itu emang penting. Bukan apa-apa sih, ngeri aja waktu baca semua gejala-gejala penyakit itu. Ya memang, sakit kan nggak akan bisa diduga dan bisa datang kapan aja. Daripada nungguin penyakitnya datang dulu, ngerasain sakit dulu, lalu baru ngontrol diri, kan ya mending jaga kesehatan mulai sekarang?

Dulu seneng banget makan sambel dan yang pedes-pedes, lalu ingat gak enaknya pas tipes sama setelah baca-baca penyakit yang berhubungan sama usus, langsung deh ngurangin maem pedes. Dulu yang males banget mau gerak, sejak baca-baca tentang penyakit kardiovaskular, langsung deh rutin olahraga. Apalagi di keluargaku juga ada riwayat beberapa penyakit, jadi daripada aku diem dan pasrah, seenggaknya kan udah mulai berusaha tetap sehat buat mengurangi risiko terkena penyakit. Karena sakit kan nggak enak dan nggak akan pernah enak!