Ngeri-ngeri Sedapnya Jadi Seorang Freelancer

Kerja freelance bisa jadi impian bagi sebagian orang. Soalnya pekerjaan seperti ini terkadang memang terlihat lebih menyenangkan dan seru. Lebih bebas, tanpa aturan yang terlalu mengikat, dan lain sebagainya. Apalagi freelance yang kerjanya di rumah, wih… terkadang bisa bikin para pekerja tetap ngiri. Apa sih yang lebih seru dari kerja di rumah, nggak perlu dandan rapi-rapi, atau bahkan bisa nggak pake mandi. :p

Dalam bahasa Jawa, ada istilah “sawang sinawang“, atau artinya saling memandang. Nah, kita kadang berpikiran bahwa hidup (atau dalam hal ini pekerjaan) orang lain itu lebih enak dari hidup kita. Padahal nggak juga. Freelance juga sama, ada enak dan nggak enaknya. Ada ngeri-ngeri sedapnya juga.

Kalau dihitung-hitung, total aku sudah kerja kantoran/pegawai itu kurang lebih 5 tahun. Resmi freelance sih masih relatif sebentar, 4 bulanan. Tapi udah kerasa banget perbedaannya dengan kerja kantoran. Biar makin ngiri, kita bahas yang enak-enak dulu aja ya… (lalu ditimpuk sepatu) 😀

Bisa Ngatur Waktu Sendiri Jam Kerjanya

You’re the boss for yourself! Nah, keren nggak tuh. Sebagai bos diri sendiri, kita bisa ngatur sendiri kapan jam kerja kita. Mau kerja mulai jam 7 pagi? Ok. Nggak bisa bangun pagi dan mau kerja mulai jam 10? Monggo. Mau kerja sehari 6 jam? Silahkan. Mau sampe malem? Sip.. Nggak ada yang bakal marah-marah dan ngelarang. Enak banget kan? Kita bisa memilih sendiri jam kerja yang paling disukai, dan yang paling produktif buat kita. Karena terkadang jam produktif orang itu beda-beda.

Tapi, seperti kata paklik nya Spiderman, “With great power, comes great responsibility”. Emang sih kita punya kekuatan ngatur jam kerja sesuka hati, tapi itu juga bakal mempengaruhi apa yang kita dapat nantinya. Kalau kita memilih buat semau sendiri saat kerja, maka hasil yang didapat juga nggak bakal menjadi sesuatu yang amazing. Hasilnya juga bakal biasa-biasa saja. Tapi kalau kita rela bekerja keras, hasilnya nggak bakal mengecewakan.

Bisa Ngatur Seberapa Banyak Pekerjaan yang Kita Mau

Sebagai seorang freelancer, kita bisa memilih seberapa banyak pekerjaan yang kita mau dan pekerjaan mana yang mau diambil atau tidak. Semua bebas karena kitasendiri yang menentukannya. Nggak ada perasaan tertekan karena takut suatu kerjaan nggak bisa beres kalau kita mengambil pekerjaan yang memang kita tahu bisa kerjakan dengan mudah dan cepat.

But this is the tricky part, terkadang kita bakal terlena buat ambil pekerjaan yang enak-enak dan gampang saja. Nah, justru inilah “jebakannya”. Jika kita cuma memilih pekerjaan yang gampang, kita nggak bakal bisa mengembangkan skill. Job yang kita dapat akhirnya juga monoton, hanya yang itu-itu saja. Kita jadi nggak tahu potensi apa yang sebenarnya bisa kita dapat. Memang sih, ambil pekerjaan yang lebih sulit itu terkadang bikin grogi, tapi begitu pekerjaan tersebut selesai, rasa puas-nya itu lho nagihin. Fee-nya juga nagihin sih.. 😀

Bebas Kerja Dimanapun Kita Mau

Sebagai seorang freelancer, kita nggak perlu lagi pusing dengan transportasi dan kemacetan di pagi hari. Setidaknya sih nggak setiap weekdays alias hari kerja. Kita bisa kerja di manapun kita berada, di rumah, di kafe, sambil liburan, you name it. Asalkan situasi dan peralatannya mendukung, kita bisa bekerja dimanapun kita mau. Jadi, kerja sambil liburan harusnya sudah bukan sekedar impian.

Tapi kita juga nggak bisa asal berangkat ngafe setiap atau traveling setiap saat. Kalau sampai gaji habis untuk ngafe dan traveling, kapan nabungnya? Justru karena bekerja sebagai freelance, artinya kita juga harus pinter-pinter menabung. Karena nantinya kita nggak akan mendapatkan uang pensiun di usia tua nanti, kita harus bisa mempersiapkan diri sendiri.

Potensi Dapat Fee Rate yang Lebih Gede

Ngomongin, soal pilihan pekerjaan, apalagi yang mampir di kepala kita kalau bukan soal gaji? Sebagai pegawai, kita akan mendapatkan gaji tetap setiap bulan. Kesempatan naik gaji atau dapat bonus pasti ada, tapi tentu jumlahnya nggak banyak karena harus dibagi sebagai keuntungan perusahannya juga.

Kalau bekerja sebagai freelance, kita yang menentukan sendiri rate alias nilai alias harga kita per proyek. Segala keuntungan dan bonus yang didapat juga untuk kita sendiri. Bisa kamu simpan untuk tabungan masa depan, mengembangkan usahamu, atau membuat rencana bisnis baru. Banyak kemungkinan yang bisa kita dapatkan.

Semakin besar usaha yang kita lakukan untuk mendapatkan proyek, dan semakin besar usaha kita untuk menyelesaikan proyek sebaik mungkin, maka semakin besar pula pendapatan yang akan kita dapatkan. Kuncinya adalah melakukan semua sebaik mungkin.Semangat!!! 😀

Nah, itu tadi bagian sedapnya, meski ada ngerinya juga. Sekarang, khusus yang ngeri-ngeri aja.

Kerja Freelance Artinya Kita Butuh Pendapatan yang Lebih dari Pekerjaan Sebagai Pegawai

Seperti yang udah disebutin di atas, kerja sebagai freelance artinya kita nggak dapat tunjangan, nggak ada reimburse kalau ke dokter, nggak ada tunjangan hari tua. Artinya, kita harus bisa mempersiapkan semua itu sendiri. Nggak sakit bukan berarti kita nggak perlu mempersiapkan uang untuk kalau kita sakit, masih muda nggak berarti kita bisa santai mikirin nanti kalau sudah tua dan tiba saatnya pensiun.

Justru karena sebagai freelance kita nggak memiliki semua keistimewaan itu, kita harus mempersiapkannya sendiri sejak awal. Yang artinya, kita harus berusaha menghasilkan pendapatan yang lebih dari penghasilan pegawai biasa. Jangan puas hanya dengan menghasilkan pendapatan yang sama dengan saat masih menjadi pegawai. Idealnya, kalau memutuskan jadi freelance, minimal pendapatan yang diterima tidak hanya sama dengan gaji pegawai, tapi juga sekaligus segala keuntungan saat menjadi pegawai. Ini bisa termasuk asuransi, tunjangan hari tua, libur yang dibayar, dsb. Nah, untuk mendapatkan pendapatan yang lebih besar, artinya kita juga harus bekerja lebih giat. Siap nggak? 😀

Harus Mahir Multitasking!

Kerja freelance bukan berarti kita cuma mengurusi satu bidang saja. Adakalanya kita juga harus beralih fungsi sebagai akuntan (menghitung pendapatan, membayar tagihan), marketing (saat berusaha mencari klien baru), dst.. dst..

Harus Bisa Mengatasi Pendapatan yang Tidak Konsisten

Kecuali kita punya klien rutin yang setiap bulan selalu memberi pekerjaan, ada kalanya kita harus siap menghadapi pendapatan yang tidak konsisten. Terkadang kita bisa menerima pendapatan yang bagus, terkadang bisa kurang dari bulan sebelumnya. Ada kalanya juga invoice tidak dibayar tepat waktu, akhirnya kita jadi pusing menunggu pendapatan sambil harap-harap cemas dengan beberapa tagihan yang mulai mendekat tanggal pembayarannya. Atau dengan persediaan makanan yang mulai menipis dan dompet yang juga makin menipis sementara fee belum juga masuk.

Nah, masalah-masalah seperti ini nggak akan terjadi kalau kita bekerja sebagai pegawai tetap. Karena pegawai selalu mendapatkan gaji di tanggal yang tetap. Jadi lebih mudah memperhitungkan segala pembayaran tagihan juga.

Kadang Kita Perlu Kerja Tak Kenal Waktu

Memang sih, sebagai seorang freelance, kita bisa kerja kapanpun kita mau karena nggak ada aturan tetap. Tapi, bukan berarti juga kita bisa bebas seenaknya sendiri. Ada kalanya klien ngasih pekerjaan di waktu yang nggak enak atau mendadak banget atau bahkan pas dini hari. Tentu kita bisa menolaknya kalau nggak mau. Tapi, kadang menjalin hubungan dengan klien itu berarti kita perlu sedikit berkorban. Berkorban dikit buat dikejar-kejar deadline demi menuntaskan pekerjaan dan demi membangun nama atau brand kita. Repot? Pasti. Tapi sekali lagi, hasil kerja keras itu nggak bakal bikin kita kecewa, kok. Lagipula kalau bidang freelance kita itu sesuatu yang disukai, kita bakal tetap bisa menikmatinya. Serius.

Jadi, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, semua itu cuma sawang sinawang. Sama dengan kerja kantoran, freelance juga punya sisi positif dan negatifnya juga. Nggak ada yang 100% enak kerja kantoran atau 100% lebih enak kerja freelance. Itu tergantung gimana kita menghadapinya aja. Bagi beberapa orang, kerja kantoran lebih cocok buat mereka, bagi orang lain sih belum tentu. Masing-masing punya resikonya sendiri.

Nah… Pesen buat kalian yang lagi bosen kerja kantoran dan pengen nyoba kerja di rumah atau freelance, jangan terburu-buru. Pikir dulu mateng-mateng, karena freelance itu nggak selalu berbunga-bunga. Butuh kerja keras dan pengorbanan juga, sama aja kayak kerja kantoran. Jangan sampai langsung termakan jargon-jargon “YOLO”, “kejar passion”, dan lain sebagainya. Kehidupan sehari-hari dan rencana masa depan juga perlu dipikirkan masak-masak agar tidak kecewa nantinya.

Jadiiii…. Apapun pekerjaan kita, jangan lupa semangat yaaa!!! 😀

 

 

Iklan

5 respons untuk ‘Ngeri-ngeri Sedapnya Jadi Seorang Freelancer

  1. kelihatannya enak ya Mbak Te, bisa ngatur2 waktu sendiri. tapi aku juga pernah keteteran ngatur waktunya kalo kejar2an sama deadlinenya. iya, pada akhirnya sawang sinawang, sama banyak2 bersyukur aja sih :))

    Suka

Bagaimana pendapat kamu? Yuk tinggalkan komentar!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s